Bukan Bulan Puasa

Beberapa hari yang lalu saya dapat broadcast menarik dari seorang kawan. Isinya sangat mencerahkan, dimana sang penulis bilang bahwa puasa di bulan Ramadhan bukan hal yang paling utama. Setelah ditelaah, saya menyepakati beliau. Ya, ini bukan bulan puasa.

Masyarakat Indonesia seringnya menyebut bulan Ramadhan sebagai “bulan puasa”. Selain bukan definisi yang terbaik, hal ini juga bisa membiaskan persepsi kita dalam memaknai Ramadhan. Ketika puasa dianggap sebagai titel di bulan ini, maka aktivitas kita dipusatkan terhadap puasa saja. Jadi wajar saja yang disibukkan saat bulan puasa adalah “sahur pakai apa”, “nanti buka puasa dimana”, “aduh siang lemes karena puasa”, dan lain sebagainya. Efeknya? Sahur hanya untuk makan lalu tidur tanpa sholat subuh, buka puasa jadi berlebihan sehingga sholat maghrib telat dan malas tarawih, siang jadi mencari excuse untuk tidak produktif karena lapar. Biasnya memaknai Ramadhan dan salah kaprahnya bersikap dalam berpuasa menjadikan Ramadhan kita jauh dari optimal.

Ramadhan adalah bulan yang dirancang bagi kita untuk mendapatkan lebih dari bulan-bulan biasa dengan “susunan acara” dan “paket promo” yang sedemikian rupa bisa mengoptimalkan ibadah kita. Sholat tarawih adalah sholat tahajjud yang tadinya dicontohkan sepertiga malam, kini bisa lebih cepat. Bangun sahur disunnahkan agar kita bisa memanfaatkan untuk qiyamul lail. Sedekah dan infaq pahalanya dilipatgandakan. Tilawah Al-Qur’an jadi berlipat hitungan berkah per hurufnya. Memuliakan anak yatim, memberi makan orang kelaparan, semuanya menjadi lebih istimewa dengan peluang mendapatkan lebih. Di dalamnya ada berkah, ampunan, dan kesempatan untuk jauh dari api neraka.

Bulan ini terlalu spesial untuk dilewatkan hanya sekadar puasa. Toh, pahala puasa kita untuk Allah dan Dia yang menilai. Sekalipun tidak mampu berpuasa, ada qadha dan fidyah untuk menggantinya. Tapi, keberkahan lain selain puasa tidak bisa diganti. Tidak ada bulan lain dengan ampunan dan pahala yang Allah berikan seisitimewa Ramadhan. Jika kita cukup peduli, bukankah bulan ini sangat disayangkan untuk lewat begitu saja? Jika kita cukup sadar, bukankah tahun depan belum tentu nyawa kita masih ada?

Maka, saya berdoa kepada Allah, semoga kali ini bersungguh-sungguh: semoga Allah, memberikan kita kesempatan untuk memberi, menjadi, dan menerima yang terbaik di bulan Ramadhan ini. Agar setiap doa yang terlantun, setiap huruf Al-Quran yang terbaca, setiap sujud yang terlaku, setiap sedekah yang terberi, dan setiap amalan yang tertunai, menjadi jalan kita untuk diberkahi, diampuni, dan dijauhkan dari api neraka.

Allahumma, semoga Engkau berkenan; semoga kami diberi kesempatan mengoptimalkan Ramadhan.

One Day One Post at http://gibranhuzaifah.wordpress.com

Follow twitter @gibranwow

One thought on “Bukan Bulan Puasa

Leave a Reply