Rindu

Bukan paras, apalagi tingkah laku.
Bukan suara, bukan jua aroma.
Bukan jejak, bukan sikap hangat.
Bukan hadir, lebih-lebih genggam erat.

Nampaknya bukan waktu-waktu.
Sepertinya bukan juga kenangan lalu.
Kelihatannya tiada begitu.

Tapi, sungguh, apapun, mengapapun, darimanapun, sebab apapun, untuk apapun: Aku rindu, tiada tertahan.

One Day One Post at http://gibranhuzaifah.wordpress.com

Follow twitter @gibranwow

One thought on “Rindu

  1. Aku tak pernah membenci siang.
    Tapi aku sangat menunggu gulita datang.
    Seolah Pencipta ku menerangkan separuh jiwa ku.
    Melihat apa yang tak kau lihat, memikirkan apa yang mungkin tak terlintas di kepala mu..
    Dengan yang hasrat menjamur hebat,.
    Untuk meniupkan keindahan pada jiwa di setiap kata.
    Agar pena yang rapuh, menari nari indah..
    Pada kertas yang hampa. – dewa

    https://www.facebook.com/L115A1.Andrew.Romannov

Leave a Reply