Tentang Totem

Bagi yang pernah menonton film Inception pasti tahu apa itu totem. Ya, sebuah benda yang mengingatkan bahwa kita ada di dunia nyata, bukan mimpi. Benda yang tekstur, bentuk, dan rasanya spesifik hanya kita yang tahu pasti. Di dunia nyata, kita juga menerapkan konsep yang sama, The Totem.

Kita juga memiliki totem, suatu benda yang mengingatkan kita akan satu hal. Hal tersebut bisa jadi identitas diri, peristiwa, orang lain, atau mimpi. Pensiunan tentara tetap menyimpan seragamnya untuk mengingatkannya pada masa gagahnya dulu. Seorang wanita menyimpan cincin dari mantan kekasihnya untuk mengingatkan pada masa indahnya dulu. Seorang pemuda menyematkan logo Indonesia di dompetnya untuk mengingatkan pada nasionalisme yang pernah dia teriakkan dulu. Seorang pengusaha sukses menyimpan motor bututnya untuk mengingatkan pada masa sulitnya dulu. Setiap kita memiliki totem.

Konsep totem adalah menyisipkan makna, rasa, dan jiwa dalam benda yang representatif. Medali emas olimpiade seorang atlet nasional akan kembali menyajikan rasa bangga dan haru saat ia melihatnya kembali, kapanpun itu. Totem tidak hanya sekedar benda tanpa isi, ia menyimpan banyak arti.

Yang berbahaya adalah, banyak dari kita yang salah memilih totem dan memfungsikannya. Totem seharusnya menjadi inspirasi, motivasi, atau penjaga hati. Totem itu harus terkandung syukur dan kenikmatan, bukan iri hati dengan hari kemarin atau rindu berlebih dengan masa kejayaan. Totem bukan membuat kita tenggelam dalam lautan masa lalu, tapi justru menjadi pecut untuk lari di lahan pacu masa depan. Totem adalah pigura untuk potret kebahagiaan.

Semoga totem yang kita semua simpan selalu mengingatkan kita pada momen yang, kalau kata Kaka Slank, terlalu manis untuk dilupakan. Jika tidak, maka segera lah tanggalkan.

One Day One Post at http://gibranhuzaifah.wordpress.com

Follow twitter @gibranwow

Leave a Reply