Memento

The beauty of a moment is that it’s fleeting. By its very nature, it slips through our fingers, making it much more precious. – Ted Mosby –

Saya orang yang sangat menghargai momen dan mencernanya dengan sangat melankolis. Berbagai peristiwa spesial dalam hidup, dengan orang-orang spesial: diri sendiri, orang tua, keluarga, kawan, teman dekat, selalu saya ingat dan tersimpan dalam satu album lukisan yang tidak akan pernah usang. Itu semua tidak hanya sekadar memori, tetapi jadi memento; kenang-kenangan kehidupan.

Hal yang menarik adalah, seperti kutipan dari film How I Met Your Mother di awal tulisan ini, suatu momen bisa indah bukan hanya karena pernah terjadi, tapi juga karena momen itu mungkin tidak akan terjadi lagi. Saat kita mencoba mengingat dan menggenggam erat kenangan, dan semakin kita menyadari bahwa itu tidak akan terulang, semakin berharga sebuah momen.

Kita semua pernah mengalami kejadian berharga sepanjang hidup di masa lalu, yang tak jarang kita jerat lekat ke masa kini. Tapi, bagaimanapun, secara alamiah momen itu akan digerus oleh waktu, lalu hilang. Cara terbaik menjadikannya indah adalah dengan menyadari 1 fakta menyakitkan: momen ini takkan terulang. And the memento will be so much precious.

Ubud, after sunrise. 28 April 13.

One Day One Post at http://gibranhuzaifah.wordpress.com

Follow twitter @gibranwow

Leave a Reply