Generasi Sejarah Baru

Generasi kita seharusnya adalah generasi optimistis. Semasa kita hidup, kita melihat banyak perubahan-perubahan radikal yang mencetak sejarah baru, yang belum pernah dibayangkan sebelumnya. Ini sudah seharusnya meruntuhkan pola pikir kita untuk tidak hidup mengikuti sejarah masa lalu, tetapi mencetak sejarah baru dan melakukan dobrakan. Generasi kita adalah generasi sejarah baru.

Apa sejarah pernah mencatat ada pemain sepakbola yang meraih penghargaan pemain terbaik dunia selama 4 kali berturut-turut? Tidak. Sejarah pun terkejut, bahwa lelaki pendek dari Argentina bernama Lionel Messi bisa melakukan keajaiban. Permainannya, kejeniusannya, tekniknya, dan kemampuan mencetak golnya tidak pernah sekalipun ditemui oleh generasi manapun; tapi generasi kita diberikan kesempatan untuk melihat itu: sejarah baru yang tercatat. Kita diperlihatkan bahwa membuat sejarah baru dan menjadi sosok yang lebih besar dibandingkan sejarah adalah hal yang mungkin, maka kenapa tidak Anda lakukan?

Dalam bisnis, lebih banyak lagi dobrakan. Apa Anda pernah membayangkan bahwa pemuda 25 tahun bisa kaya raya hanya dari membuat situs? Sekarang, kita mampu berkata, iya. Mark Zuckerberg membuktikannya. Mahakarya Facebook-nya mampu menjaring ratusan juta penduduk dunia untuk berinteraksi dan menjadikannya perusahaan raksasa dalam usia yang sangat muda. Steve Jobs memperlihatkan dengan cara lain. Pasca reuni di Apple pada pertengahan dekade 90an, Jobs memperlihatkan keajaiban dalam teknologi dan bisnis dengan kesuksesan tiada tanding bagi produk-produk larisnya yang mampu menghasilkan jutaan dollar dalam satu pekan: iPhone dan iPad. Gebrakan cara baru berlandaskan kreativitas yang orisinil, seharusnya memberikan kita keberanian untuk mencoba cara-cara yang belum pernah ada sebelumnya.

Bukti lain lebih banyak lagi. Generasi kita menyaksikan bahwa orang kulit hitam bisa menjadi presiden negara adidaya, yang belum pernah ada sebelumnya. Generasi kita menjadi saksi robot pertama yang mendarat di Mars. Generasi kita melihat bagaimana rezim-rezim otoritarian bisa runtuh dengan pergerakan sosial. Generasi kita membaca penemuan-penemuan luar biasa dalam sains dan pengetahuan. Generasi kita menjadi pelaku untuk mengubah dunia nyata melalui gerakan petisi dunia maya. Generasi kita merasakan perubahan pola pikir dunia. Generasi kita adalah generasi optimistis, generasi sejarah baru. Lalu, mengapa masih dihabiskan dengan galau yang sia-sia? Mengapa menjejaki jalan-jalan yang sudah menipis karena terlalu banyak tergesek langkah orang lain sebelumnya? Mengapa tidak membuat perubahan besar dan memberi manfaat seluas-luasnya?

 

Leave a Reply