To Infinity and Beyond!

Uniknya menjadi manusia adalah kemampuan menembus batas. Batas-batas manusiawi bisa kita runtuhkan sehingga menjadikan kita sangat lebih atau sangat kurang. Manusia bisa lebih mulia dari malaikat, tapi juga bisa lebih hina dari binatang. Hal sedemikian bisa terjadi sebagai implikasi dari tergesernya batas-batas, cepat atau lambat.

Batasan diri kita bisa digoyah. Dari batas aksi hingga mimpi, dari batas intelektual hingga moral. Sejarah pun dulu tidak pernah mengimajinasikan bahwa akan ada benda besi yang bisa membawa manusia berkeliling dunia melalui udara, tapi manusia bisa. Kulit bumi tak pernah tahu tentang gaya gravitasi yang menjatuhkan apel ke arahnya, tapi manusia tahu. Kera tidak akan tega menghabisi keluarga kandungnya hanya karena tidak diberi bekal pisang, tapi manusia tega. Setan pun tidak mau tidak mengimani eksistensi Tuhan, tapi manusia mau. Batasan inilah daya, daya ungkit atau daya pendam.

Menjadi manusia terbaik adalah mendorong atap batas puncak diri setinggi mungkin dan tetap menjaga kokoh batas dasar fondasi diri sekuat mungkin; menempatkan pikiran yang melangit, dengan nurani yang membumi. Menjadi manusia terbaik adalah melayangkan imajinasi menembus fakta aktual, teori, dogma, ruang, dan waktu untuk bisa mencipta-karyakan ide bersejarah. Menjadi manusia terbaik adalah mengokohkan dasar iman menembus batas fisik, material, indera, ruang, dan waktu agar bisa menemukan hasrat diri yang paling dasar: bertuhan. Manusia terbaik dibentuk dari upaya-upaya penembusan batas untuk menemukan kualitas diri yang terbaik; untuk memberdayakan potensi diri seoptimal yang manusia itu bisa.

Sayangnya, tidak banyak manusia yang mencoba menjadi yang terbaik. Kebanyakan orang adalah tahanan tetap dalam jeruji batasan yang dibangun oleh persepsi. Batasan delusional ini yang menakut-nakuti kita untuk menjadi lebih, atau sekadar memanjakan kita agar cukup puas menjadi biasa. Kita menyia-nyiakan hidup dengan tidak menjadi diri yang akan kita syukuri ketika mati nanti. Kita membuang masa dengan tidak mencipta hasil terbesar yang kita bisa. Kita membuang pengetahuan dengan tidak menemukan makna dari Tuhan di dalam kehidupan. Padahal, menjadi hamba yang berjaya akhirat-dunia hanya perlu konsistensi dan persistensi dalam memanifestasikan slogan ternama dari Buzz Lightyear: to infinity and beyond!

One thought on “To Infinity and Beyond!

  1. Lagi nyari makna To Infinity and Beyond di google, ketemu blog ini.
    Nice one. 🙂
    Kata2nya bikin optimis dan semangat!

Leave a Reply