Harga Keyakinan

Keyakinan itu mahal harganya. Adakah manusia yang selalu yakin dalam setiap keputusan hidupnya? Saya rasa tidak. Keraguan adalah hal yang alamiah. Kita harus ragu untuk bisa yakin. Dan semahal itulah harga sebuah keyakinan: ragu.

Keraguan itu mahal harganya. Adakah manusia yang selalu benar memilih dalam setiap keraguan? Saya rasa tidak. Kesalahan memilih adalah hal yang lumrah. Kita harus salah untuk bisa mengambil hikmah dari keraguan. Dan semahal itulah harga dari sebuah keraguan: salah.

Kesalahan itu mahal harganya. Adakah manusia yang tidak sakit ketika salah dalam memilih? Saya rasa tidak. Kesakitan adalah hal yang wajar. Kita harus sakit untuk memaknai besarnya dampak dari kesalahan. Dan semahal itulah harga dari sebuah kesalahan: sakit.

Kesakitan itu mahal harganya. Adakah manusia yang tidak takut untuk memilih setelah salah? Saya rasa tidak. Ketakutan adalah hal yang instingtif. Kita harus takut untuk bisa lebih bijak dalam menyikapi kesakitan. Dan semahal itulah harga dari sebuah kesakitan: takut.

Keputusan-keputusan besar dari hidup menuntut keyakinan di dalam hati. Saat berhadapan dengan keyakinan, kita dihadapkan dengan satu paket di dalam pikiran: takut sakit karena salah memilih sehingga menjadikan kita ragu. Akan ada pertanyaan saat kita akan memutuskan yakin tentang pasangan hidup; sudah benarkah pilihan saya? Bagaimana jika kita salah? Bagaimana jika ada yang lebih baik lagi? Ragu lah kita.

Keyakinan bisa terwujud ketika kita memiliki sedikit keinginan. Dilema tidak akan ada jika kita tidak menginginkan lebih dari satu pilihan. Menjadikan keinginan sebagai pusat dalam setiap pilihan, tidak mungkin berujung pada keyakinan. Keinginan adalah hal yang rapuh dan dangkal: semakin banyak kita menginginkan, semakin jauh dari keyakinan. Langkah tepat meraih keyakinan adalah mendapatkan pengetahuan. Tapi, apa arti pengetahuan manusia yang layaknya sebutir pasir di tepi lautan? Mengapa tidak menyerahkan pilihan pada Sang Pemilik Pengetahuan?

Leave a Reply