Isi Kepala?

Apa yang ada di kepala Wright Brothers saat akan membuat pesawat? Apa yang ada di kepala Thomas Edison sebelum memulai penemuan bola lampu? Apa yang ada di kepala para penemu-penemu besar sebelum mereka memulai perjalanan revolusioner menemukan suatu hal yang belum ada?

Otak kita seringnya terbelenggu dengan aktualita. Kemasa-kinian mencekoki kita dengan dogma, secara tidak sadar, bahwa hidup hanya diisi oleh apa yang ada; dan ini sangat wajar. Sangat wajar jika di masa dulu, orang hanya berpikir untuk berkendara melalui darat dan laut. Sangat jauh dari akal ide tentang kendaraan terbang. Sangat wajar juga jika dulu penerangan dari obor api pun cukup, jadi kenapa pula perlu benda menyala dari energi elektrika? Sangat wajar, sebagian besar manusia di zaman itu akan berpikir demikian.

Lalu, sungguh, apakah yang ada di kepala abang-beradik Wright atau Edison saat itu? Mimpi kah yang mendorong mereka? Keberanian kah yang meyakinkan mereka? Atau imajinasi kah yang menggerakkannya? Apa yang meyakinkan mereka untuk tetap berjuang keras, hingga manusia mengangkasa dan rumah bisa terang jelita? Apa yang mempertahankan mereka dari godaan untuk berhenti dan kembali ke penjara umum bernama aktualita? Bukankah sudah cukup banyak mereka gagal? Bukankah kenyataan membuktikan bahwa apa yang mereka coba ciptakan belum ada, dan itu sudah cukup menonjolkan kata penghenti perkasa yang bernama “mustahil”? Lalu, apa?

Yang pasti, bukan puja-puji dari orang yang jadi tujuan akhirnya, karena secara jelas masyarakat mengatakan “Anda Gila!”. Pasti bukan pula kesadaran spiritual akan misi ilahiah yang membuat mereka tetap bergerak. Bukan pula peluang bisnis yang mereka kejar. Kemudian, apa yang ada di kepala mereka? Apakah yang ada dalam diri yang menembus ruang dan waktu, menembus fakta dan imajinasi?

Leave a Reply